Latar Belakang

Pernah sekali dalam perjalanan baksos senyum indonesia, ada seorang anak yang datang dengan ibunya yang berpakaian lusuh ke balai pengobatan. Mereka ikut mengantri bersama puluhan warga sakit lainnya yang didominasi oleh kaum jompo. Mereka datang dengan mengeluhkan berbagai penyakit yang biasanya sudah selama bertahun-tahun mereka alami. Dari maagh, sakit kepala, asam urat, rhematik, darah tinggi, katarak hingga penyakit berat seperti tumor dll.

Uniknya, anak dan ibu ini datang dengan kisah yang berbeda, sang anak sudah sangat ingin di khitan, sampai-sampai ia pernah hampir saja memotong alat vitalnya dengan kaleng obat nyamuk. Bukan tak ingin, ayah dan ibunya tak sanggup menyiapkan 100.000 rupiah untuk menyunat anaknya ke pak mantri, karena memang kondisi ekonomi yang sangat lemah. Mereka tinggal di sebuah rumah bilik kecil nan reot di tengah kebun jongjing, jauh dari jalan utama kampung.

Di tempat Pak Mantri, sang anakpun disunat. dalam proses khitannya ia berteriak kesakitan karena rupanya pak mantri tak menggunakan obat anestesi/bius lokal. 2 minggu kemudian bapak kepala dusun memberikan kabar bahwa alat vital anak yang bersangkutan bengkak karena infeksi. Alhamdulillah setelah ditangani lebih lanjut masalah anak inipun terselesaikan.

Ini adalah salah satu potret anak2 dhuafa di pelosok desa yang mengalami kesulitan untuk menunaikan satu sunnah Rosul, berkhitan. Jumlah anak ini cukup banyak di pelosok2 desa. Mereka memiliki keterbatasan ekonomi untuk berkhitan, sekalinya adapun mereka memilih berkhitan di tempat yang murah walaupun dengan resiko sakit bahkan terkena infeksi seperti cerita anak di atas. Sangat jauh jika harus menjalani khitan dengan sedikit berpesta agar moment khitan ini menjadi moment berkesan yang layak diingat oleh sang anak hingga nanti.

Berawal dari situ, senyum indonesia bermaksud menyelenggarakan “manuk hiber” pada tanggal 23 hingga 24 desember 2017, ini adalah acara khitan massal bagi 50 anak dhuafa yang tersebar di desa-desa Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

Daerah Baksos

Berikut adalah beberapa dokumentasi survey kami di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut:

a00443b1b740a376c6159ba875eca829849bd6cf

d16143160cfe5a75a64e7aba9cdc17035ff5463e

56711c7e6b86b87eb8408eb63f1c315e1711988c

3e6a0f0ff7fcd3f9c7bf0c137e3eeed1268e6f82

 

Rangkaian Acara Manuk Hiber

Selain berkhitan, manuk hiber juga akan di isi oleh serangkaian acara pendukung lainnya sepertri pawai, tabligh akbar, kunjungan adik, pasar rakyat hingga panggung hiburan. Acara lainnya ikut digelar untuk memeriahkan acara khitan agar menjadi acara yang menarik yang bisa dikenang baik terutama oleh para peserta khitan.

Semoga acara ini bisa membantu adik2 yang hidup dalam keterbatasan agar bisa berkhitan dengan aman, menjadi jalan kebaikan untuk banyak orang dan menciptakan senyum-senyum kebahagiaan bagi semua pihak yang terlibat, muali dari peserta, masyarakat, relawan mahasiswa dari berbagai kampus di kota bandung dan para donatur sekalian. Aamiin.

Kontak Kami

Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Senyum Indonesia yang terdiri dari berbagai relawan dari ITB, UNPAD, UPI, dan Universitas lainnya di sekitar Bandung. Untuk profil lebih lengkap dan dokumentasi kegiatan kami, silahkan cek profil kami di :

Kitabisa : https://kitabisa.com/orang-baik/502338

FP Facebook : https://www.facebook.com/indonesiasenyum/

Instagram : @senyum.indonesia

line : @oeh2686a

No HP : 087848471386 (Mochamad Alghifari)


Oleh : Ma’mun Salman