2018

15 Jun

Sarah Saratul Uyun

  Dari kiri : Kak Hanif, Faqih (Adik Sarah), Ilham (Adik Sarah), Sarah, Kak Dea Malam itu, ia menangis, menangis keras sekali, menangis lama sekali.. Ia bersama 2 adiknya berlari memeluk ayahnya, satu satunya orang yang mereka miliki di rumah. Tak kukira muhasabah malam itu tentang anak durhaka membuat ia teringat akan ibundanya. Dia Sarah, umurnya belum genap 11 tahun. Tapi, kedewasaannya jauh melebihi anak – anak seusianya. Dengan umur yang masih belia, ia harus bisa menjadi anak – anak sekaligus menjadi...

11 Jun

Pelajaran Hidup di Kaki Gunung Cikuray (Ramadhan Cinta 2018)

Hasrat saya tumbuh menggema bersamaan dengan dikeluarkannya ultimatum untuk segera mengumpulkan tugas besar Operational Research. Tepat jam 11 malam, tugas itu berhasil diselesaikan. Jam 12 malam, tiba lah saya di sebuah asrama di daerah Tubagus Ismail, tempat kami (relawan) berkumpul untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke empat daerah pelosok di Garut. Jam 3 dinihari, setelah melalui tidur singkat, saya terbangun dan bersiap untuk menyantap makanan sahur. Tepat satu jam setelahnya, saya masih belum tahu akan ditempatkan di daerah mana. Pilihannya ada empat: Rancabuaya, Bayongbong, Cikajang,...

21 Mei

Serunya Wisata Hati di Baruear, Cigedug (Ramadhan Cinta 2018)

“Selalu banyak tempat untuk mengambil sedikit pelajaran” Mungkin kalimat yang tepat betapa banyak pelajaran dalam perjalanan social travelling. Adalah 10 relawan Senyum Indonesia yang berkesempatan bersilaturahim dengan warga setempat untuk membagikan kisah dan hikmahnya untuk kita semua. Baruear, sebuah kampung di pelosok garut. Banyak warganya yang hidup dengan kekurangan. Namun, warganya hidup dengan harmonis dan bahagia disana. Anak – anaknya diajak sejak dini menuntut ilmu agama dengan diadakannya 2 sekolah agama pada setiap sore hari. Alhasil, bacaan mereka sangat fasih membaca qur’an...

25 Mar

MasyaAllahh.. Menginjak 76 Tahun, Tunawisma ini masih semangat bekerja

Adalah pak Acep – Sebut saja begitu – yang menceritakan kisah ini. Pak Acep merantau ke bandung sejak 1980 dengan berjalan kaki dari cilacap untuk bekerja di pemerintah daerah mengikuti jejak saudaranya. Namun, karena tidak mempunyai ijazah formal, beliau akhirnya memilih menjadi tukang becak. Awalnya, pekerjaan ini menjanjikan namun karena masyarakat beralih mennggunakan motor, pak Acep beralih menjadi pemulung. Setiap hari, beliau berkeliling di jalanan kota Bandung untuk mengumpulkan 2 karung sampah yang ditukar menjadi uang 70.000. Biarpun sedikit, namun beliau merasa...

22 Mar

Sepotong Cerita Kegigihan Tunawisma Untuk Menikah

Siang itu Senyum Indonesia kedatangan tamu istimewa, mereka adalah Mas Veri dan Mbak titin (nama samaran), sepasang kekasih penghuni jalanan jendral sudirman Bandung, yang sengaja datang dari Kudus, Jawa tengah. Mereka sebenarnya sedang berada di kudus saat itu, menjenguk sambil mengirim uang hasil memulung untuk anak semata wayang yang mereka titip di rumah nenek dikampungnya. Mendengar kabar Nikah massal Maret Merit yang sedang viral dikalangan pemulung Kota Bandung, merekapun bergegas ke Bandung meski harus menjual Hp satu2nya. Mas Veri dan Mbak...

15 Mar

Pendaftar Peserta Maret Merit 2018 Membludak

Menjelang diadakannya Maret Merit pada 30 – 31 Maret 2018, tim screening Senyum Indonesia telah melakukan pencarian calon peserta ke jalanan Kota Bandung. Setelah 3 hari pencarian, dari 20 pasang tuawisma yang kami targetkan ternyata terdaftar 52 pasang calon pengantin Mereka yang terdaftar sebagian besar adalah pasangan yang sudah lama hidup bersama bahkan sudah mempunyai keturunan tanpa menikah. Bertambahnya jumlah pendaftar hingga hampir 200 % ini, membuat anggaran acara membengkak 2 kali lipat, tapi kami tidak memiliki pilihan lain kecuali menikahkan semuanya...

10 Feb

Ayo Bantu Tunawisma Kota Bandung untuk Menikah (Maret Merit 2018)

  Senyum Indonesia memiliki kegiatan sosial tahunan yaitu Maret Merit.Maret merit 2018 adalah acara nikah masal untuk tunawisma Kota Bandung yang kesulitan untuk menikah dikarenakan faktor biaya dan status sosial mereka di masyarakat. Tak jarang karena kesulitan tersebut banyak dari mereka yang akhirnya terjerumus kepada perzinahan Salah satu pasangan di Maret Merit 2013 Bukan tak mau, bukan tak ingin. Tapi Pernikahan, akad dan resepsi adalah sesuatu yang terlampau tinggi untuk seorang tunawisma wujudkan, bahkan mungkin hanya untuk sekedar dimimpikan. masalah ekonomi dan status sosial di masyarakat menjadi kendala utama yang harus mereka hadapi. Ditambah...