Adalah pak Acep – Sebut saja begitu – yang menceritakan kisah ini.

Pak Acep merantau ke bandung sejak 1980 dengan berjalan kaki dari cilacap untuk bekerja di pemerintah daerah mengikuti jejak saudaranya. Namun, karena tidak mempunyai ijazah formal, beliau akhirnya memilih menjadi tukang becak.

Awalnya, pekerjaan ini menjanjikan namun karena masyarakat beralih mennggunakan motor, pak Acep beralih menjadi pemulung. Setiap hari, beliau berkeliling di jalanan kota Bandung untuk mengumpulkan 2 karung sampah yang ditukar menjadi uang 70.000. Biarpun sedikit, namun beliau merasa bangga karena telah menjadi “pahlawan” kebersihan.

Menjadi pemulung di siang hari dan tidur di emperan toko pada malam hari tak membuat pak Acep putus asa. Sebenarnya anaknya sudah meminta untuk berhenti saja dari pekerjaannya dan tidur di rumahnya, namun beliau dengan semangatnya yakin, diusianya yang ke 76 ini masih kuat untuk mencari uang sendiri. Yang menarik lagi, 2 tahun lalu, beliau masih kuat untuk jalan kaki dari bandung ke semarang selama 1,5 bulan. Itulah katanya rahasia masih diberi kesehatan sepanjang umurnya..

Beliau punya prinsip, selama tubuh kita masih kuat, janganlah bergantung pada orang lain.


Oleh : Muhammad Hanif Adzkiya