“Selalu banyak tempat untuk mengambil sedikit pelajaran”
Mungkin kalimat yang tepat betapa banyak pelajaran dalam perjalanan social travelling. Adalah 10 relawan Senyum Indonesia yang berkesempatan bersilaturahim dengan warga setempat untuk membagikan kisah dan hikmahnya untuk kita semua.

Baruear, sebuah kampung di pelosok garut. Banyak warganya yang hidup dengan kekurangan. Namun, warganya hidup dengan harmonis dan bahagia disana. Anak – anaknya diajak sejak dini menuntut ilmu agama dengan diadakannya 2 sekolah agama pada setiap sore hari. Alhasil, bacaan mereka sangat fasih membaca qur’an dengan tajwid dan irama yang baik.

Kooperatif perangkat kampung yang dengan baik mengetahui kondisi – kondisi warganya membuat banyak warga yang mendapat bantuan pemerintah yang tepat sasaran. Banyak warga yang mendapat bantuan perbaikan rumah dari kementerian perumahan serta warga yang sakit mendapat bantuan BPJS dari pemerintah.

Kami berkesampatan untuk bersilaturahim dengan 4 warga yang dengannya mendapat banyak inspirasi kehidupan.

Adalah Permana, seorang anak kelas 5 sd yang sedari kecil, ditinggal ayah dan ibunya. Namun, mengingat dia merupakan anak pertama untuk adiknya, semangat untuk menuntut ilmu tak pernah pudar walau hanya hidup dengan kakek-neneknya.

Abdul Aziz, anak penderita bocor ginjal selama 4 tahun sejak kelas 5 SD. Namun, ia membuktikan kesembuhan bukan hanya milik orang berada. Ia dan keluarganya dengan dibantu tetangganya tak lelah bolak – balik kesana kemari untuk melengkapi berkas untuk keperluan kemoterapinya. Pernah suatu saat, ia dan ibunya menangis karena tersesat di rumah sakit. Doakan nanda Aziz ya, agar dapat lekas sembuh sehingga bisa segera melanjutkan sekolahnya yang sempat terputus selama 4 tahun
.

Lain anak – anak, kakek nenek pun punya cerita. Ada seorang kakek berumur lebih dari 100 tahun, namun tubuhnya masih kuat untuk berangkat sholat ke masjjid setiap hari dan menjadi imam masjid. Ada pula, emak Yaya, seorang jompo yang hidup sendiri, dengan kemampuan mendengarnya yang menurun, ia tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjahit. Bahkan, uniknya untuk berkomunikasi, kami membutuhkan untuk mengetik kata-kata menggunakan HP yang kemudian dibaca dan dijawabnya.

Selain bersilaturahim, kami juga mengadakan berbagai macam kegiatan seperti :

Dauroh Anak-Anak (1)
Games Anak-Anak

Sebagai pembuka, kami mengadakan games seru untuk anak – anak berupa game Gerandong, Macan pak haji penembak, dan Algojo. Awalnya mereka malu – malu untuk ikut game ini namun akhirnya game berjalan dengan seru.

Ta’lim yang dilanjut Buka Bersama

Ta’lim yang diisi dengan materi Pendidikan untuk Anak

Wakaf Qur’an

 

Dauroh Anak-Anak (2)

Selepas tarawih, kami mengadakan game Lomba Cepat Tepat Jawab Islami. Ada 20 pertanyaan yang dijawab cepat – cepatan oleh anak – anak. Mereka dengan semangat cepat – cepat menjawab. Mulai dari jawaban yang benar hingga jawaban yang unik – unik. Ada 1 pertanyaan “Dimana Kiblat Umat Islam” ada anak – anak yang menjawab dengan yakinnya “LEBAKK” disambut tawa, oleh hadirin yang hadir.

Muhasabah Diri

Sebagai penutup malam, muhasabah diri dengan dibungkus melalui drama tantang anak durhaka. Penampilan drama totalitas dengan efek soundtrack sedih membuat beberapa anak – anak ada yang menangis dan langsung memeluk ibunya setelah acara berakhir.

Tebar Baju Baru untuk Anak Yatim
Tebar Baju Baru untuk Anak Yatim

Sebanyak 19 anak – anak yang dibagi membagi 5 kelompok dengan asik berbelanja baju kesukaan mereka. Kepintaran kemampuan dalam menawar benar – benar diuji. Ada tim yang dapat banyak banget barang – barang, mulai dari baju, celana, tas, hingga sandal.

Tebar Paket Jompo
Dauroh Anak-Anak (3)

Sebagai penutup rangkaian acara, bermain bersama anak – anak dengan games kepala – buntut. Dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi pemenangnya.

Jalan-jalan Panitia
Puisi Perpisahan dari Sarah

Puisi perpisahan dari ananda Sarah diikuti dengan lagu sayonara yang dinyanyikan bersama membuat teman – teman relawan jatuh dalam kesedihan. Ternyata pertemuann yang sebentar sangat berarti bagi mereka.

Sekian keseruan dari kelompok Cigedug, Nantikan keseruan lain dari kelompok – kelompok lain..


Oleh : Muhammad Hanif Adzkiya