Inspirasi

15 Jun

Sarah Saratul Uyun

  Dari kiri : Kak Hanif, Faqih (Adik Sarah), Ilham (Adik Sarah), Sarah, Kak Dea Malam itu, ia menangis, menangis keras sekali, menangis lama sekali.. Ia bersama 2 adiknya berlari memeluk ayahnya, satu satunya orang yang mereka miliki di rumah. Tak kukira muhasabah malam itu tentang anak durhaka membuat ia teringat akan ibundanya. Dia Sarah, umurnya belum genap 11 tahun. Tapi, kedewasaannya jauh melebihi anak – anak seusianya. Dengan umur yang masih belia, ia harus bisa menjadi anak – anak sekaligus menjadi...

25 Mar

MasyaAllahh.. Menginjak 76 Tahun, Tunawisma ini masih semangat bekerja

Adalah pak Acep – Sebut saja begitu – yang menceritakan kisah ini. Pak Acep merantau ke bandung sejak 1980 dengan berjalan kaki dari cilacap untuk bekerja di pemerintah daerah mengikuti jejak saudaranya. Namun, karena tidak mempunyai ijazah formal, beliau akhirnya memilih menjadi tukang becak. Awalnya, pekerjaan ini menjanjikan namun karena masyarakat beralih mennggunakan motor, pak Acep beralih menjadi pemulung. Setiap hari, beliau berkeliling di jalanan kota Bandung untuk mengumpulkan 2 karung sampah yang ditukar menjadi uang 70.000. Biarpun sedikit, namun beliau merasa...

22 Mar

Sepotong Cerita Kegigihan Tunawisma Untuk Menikah

Siang itu Senyum Indonesia kedatangan tamu istimewa, mereka adalah Mas Veri dan Mbak titin (nama samaran), sepasang kekasih penghuni jalanan jendral sudirman Bandung, yang sengaja datang dari Kudus, Jawa tengah. Mereka sebenarnya sedang berada di kudus saat itu, menjenguk sambil mengirim uang hasil memulung untuk anak semata wayang yang mereka titip di rumah nenek dikampungnya. Mendengar kabar Nikah massal Maret Merit yang sedang viral dikalangan pemulung Kota Bandung, merekapun bergegas ke Bandung meski harus menjual Hp satu2nya. Mas Veri dan Mbak...